Gie kau tahu ini bukan kali pertamaku mengirim surat untukmu.
Malam ini sunyi nya mengigit. aku merindu....entah pada siapa.
Aku ingin seperti layang-layang yang terbangnya melawan angin, atau pohon oak yang menentang angin. aku mau itu.
Gie datanglah sesekali, di jaman ini banyak lakon amatir, aku takut. Idealisme roboh karena gengsi. Mereka beradu pada apa yang mereka sebut nasib. asik bercanda dengan karma. dan mereka itu aku. pemuda-pemudi bodoh masa kini.
Gie aku jenuh, teramat ingin rasanya ke mendalawangi, sekedar melepas penat atau kebisingan atau topeng yang enggan ku lepas.
Gie, apakah ada yang lebih menyakitkan dari sekedar "patah?" atau adakah yang lebih membahagiakan dari sebuah "kebebasan"
gie aku takut jatuh...
pada titik dimana semua terasa sama.. jenuh.
aku takut indera ku tak bisa merasakan sesuatu yang baru...
melihat semua rasanya abu abu.
writer in love like a shit
Posted in
Rabu, 02 Agustus 2017
you know how much happy Iam?
no it doesn't look like I won something stupid....
it feels like blossom
I can't told you my feel into a word or words or senetences even it was poem I couldn't tell you how it was like. I just fall in love.. maybe it's not my first love or my first boy who came to ma life but it surely real oh I can't believe this feelin. Dear beloved readers, I told you before that I can't describe ma feeling correctly.
"so why you write this shit post suf ?"
haha I just wanted to share my happines, maybe it's overload too but I don't know when I feel sad,bad or chautic I just write it. And the reason why I feel so excited today is 'falling' with someone new. I know he is gonna be read this sooner or later. but I just want him to know that he is precious and means a lot for me. thx for coming to my life and hold ma hand, but can't you hold my whole world too ? hahah kidding babe.
"who was him suf? who makes you goin crazy like this"
lol he's exactly I describe on my post before this shit post haha
"so why you write this shit post suf ?"
haha I just wanted to share my happines, maybe it's overload too but I don't know when I feel sad,bad or chautic I just write it. And the reason why I feel so excited today is 'falling' with someone new. I know he is gonna be read this sooner or later. but I just want him to know that he is precious and means a lot for me. thx for coming to my life and hold ma hand, but can't you hold my whole world too ? hahah kidding babe.
"who was him suf? who makes you goin crazy like this"
lol he's exactly I describe on my post before this shit post haha
![]() |
| Pict.by : vasylissa.devianart |
Caraku berbohong
Posted in
Minggu, 16 Juli 2017
Caraku berbohong
1. Aku pernah tertawa sedemikian kerasnya, hingga aku sadar tertawa kelewat keras malah hanya cara kita membohongi diri sendiri. Sampai saat tertawa ku selesai aku sadar, aku tidak sedang bahagia saat itu. Bohong bila tertawa itu menunjukkan bahgia... tertawa hanya diperuntukkan bagi sebuah lelucon yang sifatnya sementara, kadar kebahagiaan seseorang tidak bisa di ukur lewat seberapa keras dan sering dia tertawa.
2. dear ma, pa..... tahukah bahwa sebuah telur yang terlalu erat di genggam pada akhirnya akan retak, pecah lalu berantakan. Aku masih punya hak terkait hidupku meski tak banyak. aku berbohong bahwa aku sedang baik-baik saja didepan kalian. Tapi bila aku mencintai kalian, itu bukan sebuah kebohongan.
3.
4.
Galau itu nonsense
Posted in
Hari gini galau itu udah jadi sesuatu yang luarbiasa norak. Tapi ya ga munafik juga. tapi galau in sesuatu,sesorang dan apapun itu yang ngeganggu kita pantes ga sih ?
dilain sisi, diri aku menentang keras "kegalauan" karena apa? itu salah satu bentuk rasa ga bersyukur yang paling nonsense. Banyak saudara kita yang lebih pantas untuk galau. banyak saudara kita di gaza, oh jangan jauh jauh, di negeri kita ini masih banyak kok yang galau, makan saja bingung apa yg harus dimakan hari ini, lalu bagaimana dengan kita yang kadang karena kenyang atau karena lauk yang kurang selera kita ga mau ngabisin makanan didepan kita. Lalu Tunawisma, dimana mereka pantas galau untuk soal "malam ini akan tidur di mana", "hari ini hujan ga ya" dan yah! I felt grateful and being "galau" it means nonsense. But hell, Trus perasaan apa ini? bila aku melarang diriku sendiri untuk galau, kenapa aku sedemikian.....(apasih bingung jelasinnya).
sehebat apa kamu bisa buat saya segalau ini?
seberarti apa kamu sehingga saya seperti ini? I've never ever like this before.
dan bila galau itu manipulasi otak dan perasaan yang menciptakan pikiran tidak tenang(paansih suf haha) harusnya satu-satunya cara mengatasi galau adalah 'dengan tidak galau' fix, sesederhana itu.
tapi
tapi
tapi
tapi
tapi
ga semudah itu menciptakan sugesti kek gtu di pikiran alam bawah sadar kita. serius Ga Gampang bahkan aku yang punya jam terbang dalam hal meditasi aja masih susah. but once again, aku sih nanggepin galau itu nonsense, karena aku orang yang ga pantes dan gaboleh galau. bersyukur suf! gaboleh! sugesti aja. ciptain pikiran bahagia maka bahagia akan datang dengan sendirinya.
yang kamu galau in itu apa? apa sesuatu atau seseorang yang mengganggu pikiranmu itu juga sedang sibuk memikirkan kamu?
kan dibilangin, galau itu nonsense.
dilain sisi, diri aku menentang keras "kegalauan" karena apa? itu salah satu bentuk rasa ga bersyukur yang paling nonsense. Banyak saudara kita yang lebih pantas untuk galau. banyak saudara kita di gaza, oh jangan jauh jauh, di negeri kita ini masih banyak kok yang galau, makan saja bingung apa yg harus dimakan hari ini, lalu bagaimana dengan kita yang kadang karena kenyang atau karena lauk yang kurang selera kita ga mau ngabisin makanan didepan kita. Lalu Tunawisma, dimana mereka pantas galau untuk soal "malam ini akan tidur di mana", "hari ini hujan ga ya" dan yah! I felt grateful and being "galau" it means nonsense. But hell, Trus perasaan apa ini? bila aku melarang diriku sendiri untuk galau, kenapa aku sedemikian.....(apasih bingung jelasinnya).sehebat apa kamu bisa buat saya segalau ini?
seberarti apa kamu sehingga saya seperti ini? I've never ever like this before.
dan bila galau itu manipulasi otak dan perasaan yang menciptakan pikiran tidak tenang(paansih suf haha) harusnya satu-satunya cara mengatasi galau adalah 'dengan tidak galau' fix, sesederhana itu.
tapi
tapi
tapi
tapi
tapi
ga semudah itu menciptakan sugesti kek gtu di pikiran alam bawah sadar kita. serius Ga Gampang bahkan aku yang punya jam terbang dalam hal meditasi aja masih susah. but once again, aku sih nanggepin galau itu nonsense, karena aku orang yang ga pantes dan gaboleh galau. bersyukur suf! gaboleh! sugesti aja. ciptain pikiran bahagia maka bahagia akan datang dengan sendirinya.
yang kamu galau in itu apa? apa sesuatu atau seseorang yang mengganggu pikiranmu itu juga sedang sibuk memikirkan kamu?
kan dibilangin, galau itu nonsense.
Kita Yakin lebih suci dari Anjing?
Posted in
Minggu, 21 Agustus 2016
Seekor anjing hendak menghampiri manusia yng membawa roti, si anjing bermanja manja di kaki manusia tersebut. Sontak manusia ini menendang anjing dengan sgt keras.
Manusia : "Hei anjing jauhi saya! kamu itu najis"
Anjing : "Kenapa anda mendahului kuasa-Nya?"
Manusia : " apa maksut kamu"
Anjing : " anda bilang saya najis, tpi belum tentu dimata Allah saya najis kan? Baik buruk, haram halal, hanya Dia yang boleh menghakimi, apa anda merasa lebih hebat dari-Nya lantas menghakimi saya najis"
Manusia : " di agama saya sdh ada aturan yg menyatakan anjing haram dan najis!"
Anjing : " lalu apa anda YAKIN? Saya lebih najis dari anda"
Manusia : "jaga mulut kotormu itu!!"
Anjing : "lalu apa di kitab anda disediakan cara untuk bersuci setelah memegang anjing?"
Manusia : " tentu saja ada! Bersuci dengan menggunakan pasir"
Anjing : " berarti Dia tahu bahwa umatnya nanti akan bersentuhan dengan
anjing, maka dri itu Dia mengantisipasi memberikan opsi bersuci."
Manusia : " di agama saya, manusia lebih suci dri hewan. Manusia makhluk paling sempurna yg diciptakan-Nya. Jelas lah kmu lebih najis"
Anjing : "ya itu tidak sepenuhnya salah, tapi saya dengar semua hewan setelah mati akan kembali kesurga karena tidak dilahirkan dengan akal seperti manusia. Berbeda dengan manusia yang akan mencicipi neraka terlebih dahulu. Hmmm bahkan manusia sang pemilik akal hrus mencicipi neraka dlu. Saya jd ragu derajat anda lebih tinggi dr saya"
Manusia : "sekali lagi saya ingatkan untuk menjauhi saya. Saya tdk mau dibilang kafir"
Anjing : " pdhl yang menciptakan saya juga yng menciptkan kamu. Salah bila
nda mengira yng menciptakan saya adalah yesus, dan menciptakan anda adlah Allah. Itu berarti anda berpikir Tuhan lebihdri satu. Dan Tuhan menciptakan saya bukan untuk dijauhi, dilempari, ditendang."
Hal terbaik yg bisa kita lakukan sebagai manusia yang juga diciptakn oleh Tuhan dan Tuhan juga menciptakan anjing. Bukan alasan kita untuk menjauhi ciptaaannya kan? Lalu kenap kita mendewakan robot (mobil) mesin. yg hnya ciptaan manusia?
Anjing menghampiri kita karena memang itu naluri hewan nya. Dia akn nyman saat berdekatn dengan manusia yg dianggap bisa menaunginya. lalu Siapa yg menciptkn naluri hewan selain Dia sang maha pemberi.
Dia menggigit,melukai kita dan sekali lagi itu juga naluri hewannya. Itu sikap waspada dan perlindungan diri saat dia merasa di sakiti. Dan itu alamiah.
Dia menggigit,melukai kita dan sekali lagi itu juga naluri hewannya. Itu sikap waspada dan perlindungan diri saat dia merasa di sakiti. Dan itu alamiah.
Saya mengapresiasi mbak Desy Marlina Amin. Menolong hewan tidak pandang latarbelakang agamanya apa. Di Al quran juga tidak ada larangan memberi mkn Anjing bukan? Bahkan Allah memberi opsi bersuci. Berarti Allah mengantisipasi umatnya seperti mb Desy.
Terlebih Anjing bukan piaraan kristen, dan kucing bukan piaraan islam, babi juga bukan piaraan hindu. Mereka sama sama dibuat oleh Tuhan yang sama!!
Kalian yg fanatik, kalo yg memberi makan anjing org islam dengan menggunakan rok pendek baju tak berlengan tidak ada yg komen. Tpi bila yg mmberi makan wanita berhijab kalian menentang keras. Pdhal ya sama sama islam.
Memberi makan anjing dilarang keras. Tapi memakan daging anjing di warung warung di support baik.
Sayang Kalau Dilewatkan.
Posted in
Rabu, 18 Mei 2016
Bagaimana bisa kau
menghabiskan 13 jam waktu anda sehari untuk belajar, untuk memahami pelajaran
jurusanmu saja? undang-undang, pasal,
debat, dan menjadi sempurna di hanya satu bidang? Sebelumnya saya pernah
menjadi seperti itu. pagi siang malam untuk mengerjakan perhitungan matematika
dan fisika, menghabiskan belasanjuta untuk keperluan buku dan Kursus. Dan
sekarang saat saya beranjak dewasa masa-masa itu adalah masa paling lucu
sekaligus menggelikan. Wahai kutu buku sekali-kali intiplah dunia dari sudut
yang berbeda, kini aku bahkan tidak mengijinkan bangku kuliah mengganggu
“pendidikan” ku yang sebenarnya.
“para pendiri dengan kebijaksanaan
mereka memutuskan bahwa anak-anak adalah beban tambahan bagi orang tua jadi,
mereka menyediakan penjara yang disebut Sekolah…” –John Updike-
“pendidikan adalah pabrik gema yang
dikendalikan pemerintah” –Nourman Douglas-
“secara keseluruhan, ada terlalu
banyak pendidikan…” -Albert Einstein-
Hei sahabat kutu
buku ku, ini minggu ayo tutuplah bukumu kuajak jalan sebentar kau tetap akan
bisa belajarlah lebih banyak dan bonusnya, kau akan bisa melakukan lebih.
Sekolah itu penting, namun Pembentukan karakter tidak bisa 100% kau bentuk di
bangku sekolah saja. Kata orang tua,guru dan staff kantor pendidikan
“Kecerdasan akademis itu penting” itulah penentu kalian akan kerja dimana dan
masa depan kalian bagaimana. Dan buatku “kecerdasan emosional itu lebih
penting”. Seandainya kalian ingat kasus di TV tahun lalu yakni, seorang lulusan S2 Kedokteran UI yang minta disuntik
mati oleh salah satu rumah sakit di Jakarta. Atau kasus banyaknya pelajar di
Jepang, China , dan Korea yang Bunuh diri sesaat setelah dinyatakan TIDAK LULUS
masuk perguruan tinggi. Anyway di Indonesia ada berapa?
Sekedar pengalaman
“aku menjaga toko sekitar pukul 8
pagi, seorang pria muda datang melihatku sambil tersenyum dia melihat
sekeliling dengan bingung. saat kutanya “beli apa mas” dia tidak menjawab malah
mengambil snack di depannya dan di buat mainan. Oh tertanyata Gila. Aku memandangnya
heran, kulitnya kuninglangsat, wajahnya juga cukup tampan untuk ukuran orang
gila. Seketika Seseorang wanita separo baya dengan luwes menarik tangannya
“maaf mbak anaknya agak anu” ucapnya sembari kewalahan mengatur mas-mas tadi.
“iya buk iya ndak papa” Perbincangan singkatku dengan wanita paruh baya entah
ibu atau neneknya adalah bahwa anaknya dulu seorang juara kelas yang tidak
lulus UN tahun lalu dengan “beberapa alasan yang tidak bisa disebutkan”. Oh
ternyata rumahnya berada di perumahan Elit di sebelah perkampungan ini. Dan
sejak saat itu mas-mas tadi tak pernah kelihatan lagi. Mungkin sudah sembuh dan
menjelma menjadi siluman ular raksasa yang menyerang perkampungan dengan api di
mulutnya… Kembali ke topik!
Aku tidak pernah
berniat menggurui atau apa. Aku juga pernah Depresi karena nilai anjlok,
sebenarnya saat aku belajar dengan sangat keras, sebetulnya saat itu aku sedang
menggantungkan masa depanku pada “nilai raport”. Aku percaya bahwa saat nilai
raportku A semua, maka masa depanku akan mapan, pekerjaan akan menghampiri
bla…blaa….blaaaaaaaa….. sekarang aku bahkan malu bila mengingat cara pikirku
yang sedemikian kolot.
”Aku sering belajar memahami
karakter sahabat-sahabatku di setiap jurusan, bagaimana mahasiswa jurusan seni,
sastra,budaya sangat berbeda dengan jurusan ekonomi. Cenederung berkebalikan
memang. Namun yang kusukai dari jurusan
sastra dan seni adalah adalah pemikiran mereka yang bebas, tidak ada satu
aturan pun yang bisa mengikat mereka,
kebanyakan aktivis berada di jurusan tersebut. Benar – benar berlawanan
dengan jurusan ku Ekonomi , PRIA PUN SULAM ALIS haha
gitu-gitu juga sahabatku.
Aku bold loh tulisan itu! Aku Italic juga! Underline
juga! Kalau ingin tahu jurusan ekonomi dilihat dari sudut pandangku bisa baca
artikel ku sebelumnya di blog ini “Rinduku Berlebihan Gie” gimana parkiran
kampus berubah menjadi salon kecantikan sekejap setelah liburan semesteran
dimana maba-maba berdatangan.
“Berbagi Waktu Dengan Alam , kau
akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Hakikat manusia” –SoeHG-
“tidak ada orang bebas yang tidak
menguasai dirinya” Epictetus.
Sahabtku tersayang, tercinta,
terbudiman. Bermainlah sekedar melepas lelah, bahkan bermain bisa menjadi cara
terbaik untuk belajar bukan? Teringat pada tulisan dalam buku Cashflow Quadrant
milik Robert Kiyosaki dan Sharon L. Lechter.
Penulis berkali-kali mengingatkan
berapa banyak orang sukses berpenghasilan jutaan dollar yang jarang menamatkan
pendidikannya. Buatlah kesalahan, kesalahan mengajarkan banyak pelajaran,
terlebih solusinya. Atau bahkan hukuman. Karakter kita terlihat tepat saat kita
mengatasi hukuman dan hasil yang mengecawakan. apa menangis? Depresi? Marah?
Atau bangkit dan membiarkannya sebagai suatu pelajaran berharga?
Hanya orang bodoh yang berharap
semua sesuai keinginanya.
Satu lagi kutipan favoritku
“Resiko mengarah pada kesalahan,
dan kesalahan mengarah pada kebijaksanaan dan pengetahuan”
-Robert Kiyosaki-
Empat Musim
Posted in
Minggu, 20 Maret 2016
*ini cara saya mengekspresikan emosi
terlebih ada sedikit waktu luang singkatnya, kurang kerjaan.
Tuhan menciptakan banyak musim, dan di
setiap musimnya tidak di ciptakan untuk merugikan,menghancurkan, atau merusak.
Yang sebenarnya, bencana itu sendiri ada karena campur tangan kita (manusia) di dalamnya. Kita lah yang
mengubah musim menjadi menakutkan, mengerikan, dihindari.
HUJAN
Tidak ada tempat terbaik untuk berteduh selain
berdiri di bawah hujan. Sesekali lihatlah hujan dari sudut yang berbeda. Berdirilah
di bawah hujan lalu menengadahlah. Buka mata mu perlahan . Sedetik kemudian
bibir mu itu akan mengukir senyum “indah” ya.. Cobalah.
KEMARAU
Kemarau tidak selamanya tandus, Pergi lah ke
luar sesekali sapalah mentari yang panasnya bringas itu sembari menyunggingkan
senyum sombongmu. Sapalah sebagaimana ia menyapa kesendirian mu selama ini. Dan
menjelang senja, katakan selamat tinggal suruh dia kembali keesokannya.
SALJU
Dingin yang menggigit teramat buruk untukmu
keluar rumah tanpa pakaian hangat. Andai negeri ini bersalju, aku akan berlari
ke loteng rumahku. Bertelanjang kaki dan membiarkan dingin itu menusuk
di tiap sudut dan bagian tubuh.
SEMI
Musim semi pertama, aku ingin memakai
baju favoritku. Menyapa semua petani krisan. memetiknya satu untuk dibawa
pulang. Musim semi kedua, aku ingin memakai Sepatu favoritku. Hingga nanti saat
musim berikutnya aku akan menanggalkan semua. Semua tidak terkecuali ingatan
musim-musim sebelumnya.
Tiap waktu yang berbeda memberikan cerita dan
ingatan yang sama persis! Tidak ada yang berbeda pada dasarnya semua
digolongkan menjadi dua hal saja “baik” dan “buruk”.
Bukan Hobi Hedon
Posted in
Jumat, 26 Februari 2016
![]() |
BUKAN HOBI HEDON
Aku tidak
menyangkal ‘explore cafe’ itu Hedon. Toh terlebih lagi aku bukan putri pejabat
atau konglomerat dengan uang saku setara gaji PNS. Bukan .. bukan… aku bukan
seperti itu.
Teringat tulisan
Robert T.Kiyosaki dalam bukunya Cashflow
Quadrant “kendalikan kebiasaan mengeluarkan uang anda”. Nasihat saya, pergilah ke cafe dan amati
sistemnya, atau diamlah dirumah seperti seekor kucing peliharaan atau yang paling parah pergilah ke cafe hanya untuk sekedar nongkrong yang menjadikanmu Hedon.
Tips, pergilah ke café selama kita bisa mengendalikan budget. Mudah memang
menghabiskan uang untuk membeli rokok,pulsa, baju mahal, jam tangan, atau
aksesoris ABC Mengerti maksut saya? Sekali-kali
perlu melihat kinerja sistem ataupun strategi
manajemen yang ada di café.
cari café dengan system yang luarbiasa, tapi sebelum daftar café yang ‘luar biasa’ itu anda datangi. Perhatikan budget kita. Berapa uang yang ada di saku kita. Apakah sepulang kita dari café itu sisa uang kita akan menjadi 0 rupiah? Jujur aku memiliki batas untuk setiap rupiah yang kukeluarkan dalam sekali jalan tidak pernah lebih dari 70K! dan itu tidak kulakukan setiap harinya.
manajemen yang ada di café. cari café dengan system yang luarbiasa, tapi sebelum daftar café yang ‘luar biasa’ itu anda datangi. Perhatikan budget kita. Berapa uang yang ada di saku kita. Apakah sepulang kita dari café itu sisa uang kita akan menjadi 0 rupiah? Jujur aku memiliki batas untuk setiap rupiah yang kukeluarkan dalam sekali jalan tidak pernah lebih dari 70K! dan itu tidak kulakukan setiap harinya.
“miliaran orang membuat jasa atau produk yang
lebih bagus, namun sedikit orang yang tahu cara membangun system yang hebat” –Robert-
ada jutaan orang yang sanggup membuat Ayam
goreng tepung ‘fried chicken’ lebih enak dari Mc.Donald tapi kenapa
konsumen lebih cenderung menghabiskan uang mereka untuk menikmati ayam tepung
di Mc.Donald?. Sama halnya seperti Bill Gates dari Microsoft, ia membeli produk
orang lain dan membangun system global yang canggih di sekitarnya. 

Banyak teman
kampusku yang terkenal borjuis mengajakku explore café ataupun nge-mall sembari
memuaskan mata mereka terhadap barang diskonan yang sebenarnya.“Diskon” sendiri
masuk kategori ‘strategi manajemen’ dan
saat aku ke mall dengan tujuan Ada diskon, itu ibarat aku ini ikan tuna ber
otak udang yangdengan polosnya termakan umpan nelayan. Seringkali papa bilang
“bedakan keinginan dan kebutuhan. Pergi lah kemanapun saat itu memang
dibutuhkan” Dan sampai hari ini bukan kali pertama aku menolak ajakan mereka.
Sering malah! Karena aku tahu tujuanku kesana bukan sekedar bersenang-senang
atau ‘nongkrong’ atau ‘nongki-nongki’ atau ‘nongko atau ‘nungku’ atau ‘ningki’’
aku hanya mengajak 1 orang sahabat untuk menemani.
Kethuilah,
kebiasaanku explore café belakangan ini bukan sekedar memanjakan ‘masa remaja’ sebenarnya
ada ide yang harus ku gali untuk sekedar mengisi ruang postingan di blog, ada
pelampiasan emosi, juga sebagai pengamat daripada sistemnya. bagaimana kentang
goreng yang bisa ku buat dirumah di hargai 40K di café itu, apa yang membuat
penganan umbi kentang di hargai sedemikian mahal, apa yang membuat orang tidak
berpikir ‘rugi’ saat melahap kentang itu bulat bulat.
Tips dariku, sebelum ke café pahami dulu tujuanmu apa, kalau sekedar
senang-senang tak apa! Asal gajimu per minggu sama besar dengan gaji pelayan
restoran itu per bulan. Itu bukan hedon melainkan kau sedang ber amal, kau
memberi tugas/pekerjaan pada pelayan atau barista di café tersebut . dan
bila dalam sekali makan kau ……… ah tak perlu
ku lanjutkan mungkin pembaca yang budiman ini tau maksud ku.
Apabila kita
pergi ke tempat yang sederhana, maka cara pikir kita ikut pula sederhana.
Sesederhana tempat yang kita datangi, saat menulis pun sama, saat kita menulis
dengan tema yang sama namun di tempat yang berbeda, hasil tulisan kita pun ikut
berbeda bukan? Jujursaja, Kesederhanaan itu hal yang arif dan buatku setiap
orang dengan tingkat kesederhanaan tinggi memiliki tingkat kedewasaan yang
tinggi pula. Arif lah dalam berbuat. Masa depan juga patut dikhawatirkan bukan.
“Lihatlah segala
sesuatu yang mewah dengan sifat yang sederhana”
Tips agar ngafe
tidak hanya terkesan hedon, maka perbaiki untuk apa tujuan ‘café ataukah
bertemu klien? Janjian? Nongki-nongki? Mengamati? Mempelajari sistemnya? Atau
bahkan sekedar cuci mata?
Amati sistemnya!
Apa yang membuat kentang di rumah dengan di café itu berbeda. Pajak tempat ?
nilai artistic café itu? Bagaimana café dengan lokasi dan nilai artistic yang
sama memiliki jumlah pengunjung yang berbeda? Harga? Citarasa?
Oh ayolah,
hampir semua pelayan di café berpenampilan menarik. Tampan, cantik. Tapi kau
tidak akan mengunjungi café hanya untuk sekedar memandangi barista nya bukan ?
dan......menjadi orang dewasa berarti mengetahui apa yang harus anda lakukan
dan melakukannya meskipuun anda merasa tidak ingin melakukannya
Tipikal Penjilat
Posted in
Minggu, 14 Februari 2016
PENJILAT
Teruntuk sahabat penjilatku. Aku sempat terkejut, ini forum mengatasnamakan agama, peribadatan. Kenapa bisa dipenuhi manusia bertopeng. aku tidak pandai membaca situasi atau pikiran orang dari raut wajahnya, tapi paling tidak aku dulu pernah di vonis gila dan akhirnya memiliki psikolog yang secara tidak langsung memberiku banyak pelajaran (tahun 2013) . Kali ini aku memandangmu sambil memicingkan mata, hal yang sulit dipercaya. Yang saat dimana topeng tersebut di buka aku tidak lagi melihat sosok yang sebelumnya ku kenal. Atau apa yang dimaksud kehidupan ini hanya panggung sandiwara itu benar? Dimana Tuhan sebagai sutradara dan manusia sebagai pemeran utama? Sedangkan naskah, ialah apa yang sudah di gariskannya. Topik kali ini membicarakan tentang seorang penjilat “addict”. Ingat sebelum kita memutuskan memperbaiki jati diri, kita harus lebih dulu mengenal siapa diri kita. Minimal bercerminlah!
Aku lebih memilih berada dalam kerumunan munafik ketimbang penjilat. Rasa-rasanya negeri ini kelewat merdeka hingga lupa bagaimana cara bersikap yang benar. Dari sekian banyak orang yang kukenal, ada satu kataku berseru pada dirisendiri. Setengah tidak percaya. Seorang penjilat berada di sekitarku. Sambil terus ku tamatkan “kinerja” nya sebagai seorang penjilat berpengalaman namun kurang ulung. Bersikaplah sebagaimana mestinya marah lah saat ada yang membuatmu marah, tersenyumlah saat ada yang membuat mu sedemikian bahagia. Apa susah menjadi diri sendiri? Ayo sekali kali ku ajak membaca biografi Soe Hok Gie.
Seburuk buruknya dirimu, Tuhan menciptakanmu bukan tanpa alasan. Hargai. Apa susah menghargai? Apa baiknya menjadi seorang penjilat? Memuji tindakan yang tidak pantas, mendukung kinerja atasan yang jelas-jelas salah, sedangkan sahabatmu sendiri memberi saran pun tak kau hiraukan. Apa iya sikap baikmu itu teruntuk mereka yang “menjabat” ? memiliki kedudukan? Sayang sekali. Ingin ku peluk saja kau ini.
unforgettable vacation
Posted in
Jumat, 12 Februari 2016
Aku
mempunyai alasan kenapa aku tidak bisa memberitahu siapapun dengan siapa dan
dengan keluarga yang mana aku berlibur kali ini, as you know that every person
have their own secret. And the reason why is secret too. So untuk yang satu ini
aku akan menceritakan ‘dat amazing Holiday in 2016’
Perjalanan
dimulai pukul 4 pagi, kami sekeluarga berangkat! Tujuan awal ke “hutan durian”
di desa lumbang pasuruan. Awalnya kami transit ke dusun Nongko Jajar, ke salah
satu rumah kenalan kami. Selama perjalanan kami di sambut pemandangan luar
biasa, selama di mobil aku terus saja memotret dan video.


Kami semua
membawa bekal yang berbeda dan rencananya dengan pemandangan hebat seperti ini
kami takkan melewatkan tanpa piknik dan makan bersama. (maaf kami tak bisa post
foto saat piknik dan makan bersama) seperti yang di awal, I cant show you with
who I spent this amazing holiday.
Kami
mmendapati air terjun dengan pepohonan rindang di sekelilingnya, dan kami
memutuskan untuk menggelar piknik disana. Let’s rooock!! Ga ada diet ga
adaaaa….!
Menu nya :
kare babat. Ayam suwir krengsengan, sambal goreng udang, telur asin, mie
goreng.
“Nirina
Zubir” mungkin itu kalimat pertama yang ada di pikiranmu saat mendapati istri
pemilik rumah tersebut menyambutmu hangat. Sumpaaaaahhhh mirip nirina. Imut,
tahi lalat di sekitar bibir, dengan rambut bergelombang cepaknya. Di dalam
ruangan mungil dan suasana sejuk itu kami di suguhi kopi susu hangat. Pemilik
rumah sangat sangat ramah memang. Tapi tak disangka sang istri(sebut saja
Nirina) memiliki kebun chrysanthemum atau
bunga krisan. Dan disitu kami di beri kesempatan untuk mengunjungi kebun krisan
mulai dari bibit krisan hingga krisan siap petik. Dengan beragam warna
tentunya
Saat aku
memasuki kebun krisan, aku tidak henti hentinya memandang satu persatu krisan,
atau mungkin heran aku terlalu mencintai bunga, bunga apapun. Hey, semua sama
semua satu jeins “krisan” apa yang membuatmu sedemikian tertariknya memandang
satu persatu tiap tangkainya? Sekelebat pertanyaan menyapu lamunanku. “MANA HP
NYA!! FOTOIIIIN” ga mau deh kelewatan foto sama bungaaaaaa ini.
Petani
krisan yakni sepasang suami istri tersebut membolehkan kami memetik beberapa
krisan. Sayang memang, tapi mau bagaimana lagi krisan nya memang siap petik.
Setelah
selesai berfoto ria, kami keluar,,, mataku terbelalak lebar aku baru sadar
sekian hektar tanah di tumbuhi berbagai macam hasil perkebunan
apel,bunga,manisa,pohon mahoni, pohon pinus, bagaimana bisa seindah ini ? aku
sering ke malang teramat sering tapi bagaimana bisa baru kali ini aku menemukan
tempat seperti ini. Malang atau pasuruan ? ah pokoknya sama aja. Keren dah
tempatnya.
Setelah
selesai dengan krisan kami berencana lanjut ke kebun stroberi, akan tetapi
karena kebun stroberi saat bulan ini belum berbuah atau belum memasuki masa
panen. Kami pun langsung banting setir ke tujuan utama kami “Hutan durian”
selama di perjalanan aku di jejali pertanyaan seputar kuliah.
“upik anak
yang disukain di kampus siapa” “yang mana?” “coba sini liat” akan aneh memang
saat mendengar kalimat atau pertanyaan tersebut keluar dari seorang dosen.
Iyap. Beliau seorang dosen sastra.
Aku
menunjukkan foto instagram ‘someone who
I care about’ komentar sang dosen “ pria kyk gitu pemikirannya cenderung
idealis” jujur aku tak mengerti sepenuhnya arti ‘idealis’ yang kutahu aku suka.
Dan itu sudah berlangsung dari semester 1.
Yang lein
bertanya “ dia nya suka ga sama upik ?”
Aku dengan
setengah tersedak “enggak. dia cumin anggep upik temen baik aja”
“ah mungkin
upik kurang agresif” suara lain menyahut. Dan bla…..bla….bla….
Oke back to
the holiday!!
Perjalanan
ke hutan durian dari nongkojajar tidak dekat rupanya di tengah perjalanan lagi
lagi kami disuguhi pemndangan yang lebih eksotis. Hanya saja ini begitu
rindang, sejuk, oh bukan bukan aku tidak se melankolis itu. Memang hawanya
segar, menerobos hutan di musim hujan,
kebayang ya hijaunya gimana.
Sesampainya
di hutan durian kami lagi lagi transit ke salah satu rumah kenalan kami, hutan
durian sangat eksotis tapi lagi lagi aku tak berani memasuki kawasan hutan
durinnya saat kau kesana dan mendapati ada durian masak yang tergantung diatas
kepalamu oh itu sama ngeri nya dengan berdiri di bibir jurang. Dan aku memilih
untuk stay di tempat kami transit saja sambil menunggu durian dating untuk kami
bawa pulang.
Kebetulan
aku bercerita banyak dengan petani durian di sana oh coba kau lihat betapa
ramah nya orang orang di kmpung ini. Aku bisa berteman dengan lebih dari 4
orang saja dalam beberapa menit. Kutuliskan sebait saja ya isi percakapanku.
Dan jujur aku bercakap-cakap menggunakan bahasa “Krama Alus” give me applause!!
Tapi kutulis dengan bahasa Indonesia saja ya.
“pernah ga
sih pak ada yang kejatuhan durian? “ tanyaku dengan antusias
“ya pernah
mbak”
“nah loh!
Trus gimana pak ?”
“ada yang
sampe meninggal, ada yang kritis”
“hah sampe
meninggal”
“iya mbak
wong yang kejatuhan itu kepala, lah pohon durian kan tinggiiiii ya jadi kayak
di hantam durian gitu. Yang masalah bukan tingginy, kulitnya ituloh. Kalo
durian masak kan rawan jatuh nah sedangkan kulit durian masak itu duri nya udah
keras kayak paku hahah”
Nih bapak
cerita nya sambil ketawa, nah yang denger ini mana bisa ketawa. Dan aku sebagai
jurusan manajemen, karena di kampus juga diajarkan tentang K3 keselamatan
karyawan, aku memberikan solusi yang dimana solusi nya ga bagus bagus amat sih.
Tapi paling enggak aku ga hanya jadi pendengar manis dong.
“kenapa
bapak selama berkebun ga pake helm aja “
Seketika
bapak petani durian terdiam, sambil setengah bergumam
“hoalah
mbak, wong kita ini niat kerja. apapun kerja pasti ada resikonya mbak. Hahah wayae peja yo peja. Wes enek garise ”
Kali ini aku
yang diam. Aku berpikir kembali akan sulit naik ke pohon tersebut dengan
menggunakan helm bukan ? sedangkan petani durian harus mengikat duriannya
beberapa kali dengan tali raffia agar tidak mudah jatuh saat masak.
Menjelang
sore, pemilik rumah dengan baik hati mempersilahkan kami makan seadanya, ini
lah pertamakalinya aku makan sayur kelor dengan telur mata sapi, sederhana
memang tapi yaaaah…. Dibalik kesederhanaan itu aku bergumam pada diri sendiri,
‘disurabaya
kami mudah memperoleh makan, semuanya serba cepat. Signal bagus, penerangan
yang cukup, tentunya kami tidak bekerja dengan resiko se demikian tinggi’
Durian
dataang… setengah kami makan di tempat itu juga, setengahnya lagi kami bawa
pulang.
Yaahhh harga
durian yang terkesan mahal memang sebanding dengan kerja keras petani durian.
Tetap
semangat bapak petani!!! Hashtagnya durianlovers! :*
PS : Panen
durian di kampong itu diadakan pertengahan maret 2016, sedangkan untuk acara
nyepi ogoh ogoh yang dimana akan dilakukan pemadaman listrik untuk nyepi akan
dilaksanakan tanggal 25 maret. Selamat berlibur!!!
Lirik Lagu Lala Karmela - SATU JAM SAJA -
Posted in
Rabu, 03 Februari 2016
Jangan berakhir...
Aku tak ingin berakhir
Satu jam saja
Ku ingin diam berdua
Mengenang yang pernah ada
Jangan berakhir
Kar’na esok takkan lagi
Satu jam saja
Hingga ku rasa bahagia
Mengakhiri segalanya
Tapi kini tak mungkin lagi
Katamu semua sudah tak berarti
Satu jam saja.....
Itu pun tak mungkin
Tak mungkin lagi
Jangan berakhir
Ku ingin sebentar lagi
Satu jam saja
Ijinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada
Jangan berakhir
Kar’na esok takkan lagi
Satu jam saja
Hingga ku rasa bahagia
Mengakhiri segalanya
Tapi kini tak mungkin lagi
Katamu semua sudah tak berarti
Satu jam sajaItu pun tak mungkin
Tak mungkin lagi
Jangan berakhirKu ingin sebentar lagi
Satu jam sajaIjinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada
Ijinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada
Aku tak ingin berakhir
Satu jam saja
Ku ingin diam berdua
Mengenang yang pernah ada
Jangan berakhir
Kar’na esok takkan lagi
Satu jam saja
Hingga ku rasa bahagia
Mengakhiri segalanya
Tapi kini tak mungkin lagi
Katamu semua sudah tak berarti
Satu jam saja.....
Itu pun tak mungkin
Tak mungkin lagi
Jangan berakhir
Ku ingin sebentar lagi
Satu jam saja
Ijinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada
Jangan berakhir
Kar’na esok takkan lagi
Satu jam saja
Hingga ku rasa bahagia
Mengakhiri segalanya
Tapi kini tak mungkin lagi
Katamu semua sudah tak berarti
Satu jam sajaItu pun tak mungkin
Tak mungkin lagi
Jangan berakhirKu ingin sebentar lagi
Satu jam sajaIjinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada
Ijinkan aku merasa
Rasa itu pernah ada
Rinduku Berlebihan, Gie
Posted in
Minggu, 15 November 2015
Rindu ku Berlebihan Gie,
Bangku
taman kampus, menggaet dengan mesra nya. Seolah berbicara “kemarilah, ku
beri senyum di wajahmu yang kusut itu” aku terduduk, entah bagaimana, aku
tersenyum. Aku tersenyum Atas apa yang aku lihat disekeliling, harus prihatin
atau tertawa renyah ? mendapati mahasiswa sekarang. Apa ini? Kampus yang
seharusnya menjadi tempat dituangkannya inovasi anak muda, pemikiran kritis,
dan tempat yang kata orang bijak ‘menuntut ilmu’. Justru menjadi ajang adu
gengsi. Oh aku lupa, bukankah ini panggung sandiwara. Mereka seolah sedang
memainkan peran seperti priyai, Paris Hilton, atau mahasiswa. Mereka seperti
mahasiswa. Iya mereka yang dikampus, berjalan menggunakan sepatu ternama merk
Vans, Reebok atau nike, rambut semir itam kelam dengan beberapa helainya merah
padam, sedangkan dengan pede nya menenteng tas Gucci KW super. bahkan aku sulit membedakan antara parkiran dan salon kecantikan. banyak pemuda menyisir rambutnya lembut yang wanita memakai gincu berlebihan disana. ya di parkiran. Itu mahasiswa ? oh aku
bukan filsuf di jaman romawi yang tau watak seseorang hanya dengan melihatnya
berjalan. Blog ku saja berjudul Keledai.
Siang yang teduh ini, dengan
angin sepoi-sepoi membelaiku sayang. Sesekali sengatan matahari menampar wajahku.
Mengingatkan aku akan ada kuliah sebentar lagi. Hai Gie, Memang, kau bukan
sunan dengan berbagai ritual keagamaan di pemakamannya. Namun andai kau tahu,
tepat hari ini aku ingin memeluk makammu sambil menangis haru. Aku merindukan
mahasiswa dengan pemikiran kritis sepertimu. Aku ingin memberitahumu bahwa
banyak mahasiswa yang lupa akan jati dirinya dan untuk apa mereka disini.
Banyak mahasiswa yang acuh pada sistim pemerintahan yang semakin hari semakin
membuatku bergidik, mereke seperti bambo dan
bukan mahasiswa yang seperti pohon Oak menantang angin. Banyak orang tua
yang akan disakiti. Di tipu oleh anak mereka. Dan mahasiwa ini lebih memilih kemunafikan
dari pada diasingkan.
“kau tidak akan pernah berhasil
berdialog dengan Tuhanmu, sebelum kau berhasil berdialog dengan dirimu”
“aku rindu
seorang mahasiswa bukan seonggok pemuda-pemudi yang munafik” mahasiswa tahun
1966.
Aku lupa, aku
tidak bisa membuat orang seperti kemauan ku. tapi paling tidak aku bisa membuat
orang ingat akan hierarki yang mereka sendiri teriakkan, namun berbeda dengan
apa yang dilakukannya. Aku teramat bosan hingga ingin menebangi satu persatu
pohon di depan mataku sekarang ini. Membuat kegaduhan, mendengar teriakan.
Rasa-rasanya negri ini kelewat merdeka, hingga mereka hanya ingat dua
cara, mencari uang dan makan.
“ makam mu bukan
makam sunan dengan segala ritual keagamaan di sebelahnya, aku hany ingin
menangis dan memeluk makam mu bila kau saja yang mengijinkan. Rindu ini
berlebihan Gie. ”
Harusnya kau
dilahirkan di jaman ini Gie, maka kau akan lebih bergidik ngeri dan
menghampiriku sambil member bunga belasungkawa atas mahasiswa sepertiku.
Persahabatan Beda Ras
Posted in
Jumat, 16 Oktober 2015
cerpen
genre : friendship
Originality by Sufirach
Persahabatan Berbeda Ras
Aku hampir
tidak menyangka, dua orang terpenting dihidupku satunya berdarah Jawa, satunya
berdarah Tiongkok. Memang, perbedaan Agama ataupun ras tidak menjadi salah satu
penghalangku untuk menyayangi dan berbagi kasih dengan siapapun. Namun
sebelumnya aku sempat menjaga jarak dengan Orang China. Dengan alasan tertentu
yang hanya aku dan Tuhan yang tahu. Aku tidak menyangka aku selalu menekankan sikap siaga setiap kali
berurusan dengan orang China, perhitungannya yang matang, komitmen tidak mau
rugi yang ia bawa, Feng shui, money oriented dan cara-caranya berbisnis yang
aku tahu sangat gesit, mengingat teman-teman ku dulu banyak yang berdarah
China. Namun, Sore ini, ada yang berbeda. Seorang pria memarkir motor M-bizz
nya dengan kwintalan beras didepan toko ku.
Jelas wajahnya dan perawakannya tidak asing lagi, om Han-Han. Aku
sumringah menyambutnya, kesan baik selalu ada setiap kali ia datang kerumah
kami. Beliau masih dalam garis keturunan tiongkok memang, akan tetapi baik sifat
dan keramahtamahannya sangat kejawaan, dan terkesan lebih ramah ketimbang orang
jawa sendiri. Tentu ada alasan… aku sendiri hampir meragukan kebaikan hatinya mengingat
dia seorang cina. Bukan SARA atau bagaimana, namun terakhir kali Ibu ku
berbisnis dan aku berteman dengan orang cina selalu meninggalan kesan yang
kurang baik. Tapi aku percaya, tidak semua orang cina seperti itu, aku punya
satu kenalan orang cina yang selalu berharap daging Qurban saat idul Adha jujur
saja saat mendengarnya aku terkekeh.
Kembali pada kisah Papa dan
Karibnya. Kalau Flashback, dulu saat keluarga kami tinggal di Sidoarjo, om Han adalah rekan bisnis Papa, mereka
membangun usaha bersama dari nol hingga omset puluhan juta perbulan kira-kira
bisnis tersebut berjalan selama 8 tahun, tepatnya homeindustry di bidang
kosmetik. Hingga akhirnya bisnis tersebut bangkrut karena suatu hal yang tidak bisa
ku jelaskan tentunya. Mereka pun menjual mesin-mesin nya kemudian pindah ke
Surabaya. Dan setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu, baru kemarin om Han
kerumah kami sebagai supplier beras karung di tokoku. Padahal terakhir kali om
Han datang di rumah keluargaku di Sidoarjo, saat itu ia dan keluarganya
menggunakan mobil mewah dengan pakaian kompak warna hitam elegan.
Dan kali ini Ada rasa prihatin sekaligus bersyukur.
Saat papaku
melihatnya mengangkat 10 karung beras satu persatu, ingatan papa melayang mengingat bagaiman mudahnya Om Han dulu
meminjamkan uang ratusan Juta ke Papa. Dan sekarang harus mendapati sahabat
karibnya itu mengangkat beras untuk
papa. Dari tatapan mata Papa, aku tahu ia sedang menahan diri untuk
memeluknya. Aku hampir menitikan air
mata. “kalau tidak begini mungkin aku tidak tahu cara bersyukur, kalau tidak
begini aku tidak akan bisa menghargai rupiah dan anak istriku” begitulah kata
Om Han. Sekelebat pertanyaan memenuhi pikiranku. ‘ada apa dengan dulu ?’ cerita
demi cerita, dulu saat bisnisnya dengan papa sukses, om Han melakukan yang
kebanyakan pria ‘tidak baik’ lakukan. Oh ayolah pasti kau mengerti maksutku.
sedangkan papaku, oke ini bukan Aib lagi, mengingat ini suatu pelajaran bagi
kita semua bukan ? jadi dulu papaku seorang ‘player’ tapi itu dulu saat mereka
sama-sama berhasil. Papaku memiliki beberapa istri dan aku sudah tidak kaget.
Jelas Itulah salah satu pemicu kebangkrutan Papa. Oh Tuhan maha adil.
Satu hal yang aku salut pada
ayahku, dari semua cerita om Han, ada satu yang membuat aku bergidik, ayahku
bersepedah ke pelosok Madura untuk menjenguk om Han di penjara saat kasusnya
dulu. Sendirian… iya, ayahku sendirian. Aku tidak membayangkan, bersepedah
sejauh itu apalagi saat itu belum ada jembatan suramadu dan harus menyebrang
menggunakan Kapal. Sendirian. untuk menemui sahabat beda rasnya itu. meskipun
jam besuk yang hanya dibatasi satu atau dua jam saja . aku tidak membayangkan
apa saja yang mereka bicarakan di sel dengan batas waktu sesingkat itu. Om
Han-Han mengenang masa itu, aku melihat raut wajah kagum pada ayahku, ia bilang satu-satunya sahabat
yang membesuknya adalah Papa.
Hai Papa, aku
tahu kau tidak bisa bermain dumay, khususnya membaca blog ku satu ini. Tapi,
aku ingin semua pembaca blog ku tahu sebesar apa sayangku pada papa. Jujur, Semenjak
umurku 9 tahun aku menganggapmu sebagai pria yang paling menjijikan, paling
tidak setia dan ingin ku buang. Teringat bagaimana kau menyelingkuhi Ibuku dan
menghianati putri-putrimu. tapi mendengar cerita om Han-han beberapa hari lalu,
anggapan itu perlahan hilang dengan sendirinya. Ingin kubahagiakan papa. Ingin
ku beli kembali mesin-mesin yang pernah kau jual dulu. 400 juta. Pasti akan
kubeli! Pasti terbeli! Dan untuk om Han-Han, ingatlah om strategi bisnis yang
papa dan om han ajarkan saat aku kecil tidak akan sia-sia, aku akan
menerapkannya, merintisnya. Aku mempunyai impian bahwa nantinya aku akan merintis
usaha bersama anakmu sebagai rekan dan sahabat terbaik. Sama seperti kau dan
papaku. aku mencintai kalian berdua.
Langganan:
Postingan (Atom)























